RSS

Just My Little Brother?? part. 1

28 Oct

“oppa, bisakah kau menjemputku? Tidak bisa? Ne… Araesso.” aku menutup flip ponselku. Huh, lagi-lagi eunhyuk oppa tidak bisa datang menjemput. Pasti gara-gara kerjaannya lagi. Susah ya ternyata punya seorang namja chingu yang berbeda dunia dengan kita. Eunhyuk oppa seorang mahasiswa dan part time sebagai penyiar radio. Sedangkan aku, hanya seorang siswi SMA. Waktunya untuk ku sedikit sekali.

“ Aish~ benar-benar kesal!” batinku. Aku lalu menendang batu kerikil yang berserakan di jalan.

“auch!” seseorang berteriak. Aku mendongak. Di hadapanku berdiri seorang laki2 yang sedang mengusap-usap kepalanya. seragamnya sama denganku. Berarti dia satu sekolah denganku. Tapi aku tidak pernah melihatnya. Siapa dia?

“kenapa hanya diam?” tanyanya menyadarkanku.

“ah, mianhae. Gwenchana?” tanyaku.

“ne, tapi lain kali jangan menendang batu jika sedang kesal.” ucapnya. Dia masih mengusap-usap kepalanya. Sepertinya sakit sekali.

“ah, iya. Aku benar-benar minta maaf.” ucapku. Aku membungkukkan badan sedalam-dalamnya.

“sudah, sudah. Tidak usah berlebihan seperti itu.” ucapnya. Aku menegakkan badanku kembali.

“kim jonghyun imnida.” ucapnya. Seraya tersenyum.

“shin rara imnida.” jawabku.

“kau satu sekolah denganku kan?” tanyanya lagi. Aku mengangguk.

“dimana kelasmu? Aku baru pindah hari ini.” tanyanya. Ah, pantas saja aku tidak pernah melihatnya.

“aku kelas 2-E.” dia terlihat agak terkejut mendengar jawabanku. Lalu menggaruk belakang kepalanya.

“ah, ternyata aku harus memanggilmu noona. Aku baru kelas 1.” jawabnya malu-malu.

“ahahaha, gwenchana. Aku tidak pernah memilih-milih teman.”  Jawabku sekenanya. Sebenarnya saat aku sedang kesal aku paling tidak suka sendirian. Mungkin dengan mengobrol dengannya bisa mengalihkan perhatianku dari rasa kesalku itu.

“Noona mau pulang?” tanyanya.

“Ne.” Jawabku seraya menganggukan kepalaku.

“Kau mau pulang juga?”

“Iya, tapi aku belum hapal jalan.” Ucapnya seraya memamerkan deretan giginya.

“Mau kuantar?” tawarku. Lagi-lagi dia tersenyum, saat dia melakukan itu seperti ada sinar dari matanya.

“Jika Noona tidak keberatan…” jawabnya malu. Aku tersenyum lalu menyeretnya menuju halte bis. Dan ternyata rumahnya tidak begitu jauh dari rumahku. Hanya beda beberapa blok saja.

Kami akhirnya pulang bersama. Dia lalu mengantarku sampai depan rumah. Menurutnya dia tidak akan tersesat karena tinggal beberapa blok saja.

“Yakin kau tidak akan tersesat?”  ucapku menggodanya. Dia menggelengkan kepalanya dengan yakin.

“Tidak akan.” Jawabnya kemudian.

“Nah, noona, sampai besok ya. Jangan lupa, besok tunjukan seluruh sekolah padaku!” lanjutnya.

“ne, annyeong…” seruku seraya melambaikan tangan pada sosoknya yang semakin menjauh.

“aku berangkat!” ucapku. Pagi ini cerah, aku menutup mataku menikmati sinar mentari pagi dan menghirup udara sebanyak yang ku bisa. Haah…akan sangat  menyenangkan jika aku bisa pergi ke sekolah bersama eunhyuk oppa seperti saat aku duduk dikelas 1 dulu.

“noona~”

aku membuka mata, ternyata jonghyun. Dia melambaikan tangan dari luar pagar dengan senyuman lebar. Aku segera menghampirinya.

“annyeong.” sapaku.

“tidak apa-apakan jika kita berangkat bersama?” tanyanya.

“haha, tentu saja. Memangnya kenapa?”

“aku hanya tidak ingin setibanya di sekolah nanti aku dihajar oleh sonbae-sonbae karena berangkat sekolah bersamamu.” jawabnya.

“tenang saja, aku tidak seterkenal itu disekolah.”

“jinca?”

“ne, memangnya apa yang bisa kubanggakan dariku?”

“senyum mu sangat manis.” jawabnya langsung. Aku hanya tertawa mendengar pujiannya.

“noona.” aku menolehkan kepalaku dari buku biologi yang sedang berusaha kubaca. Ternyata Jonghyun sudah berada di ambang pintu kelas. Aku segera menghampirinya. Beberapa pasang mata melirik ku tajam saat aku menghampirinya, tapi aku tidak peduli.

“ne, ada apa jonghyun-ah?” tanyaku.

“setelah pulang sekolah, apa bisa menemaniku?”

“mh? Kemana?”

“aku hanya ingin berjalan-jalan keliling kota.”

“ah… Eksplorasi kota ini?”

“ne, mau ya noona?” pintanya.

“mian, aku tidak bisa pulang terlalu malam. Bagaimana jika hari minggu saja?” tawarku. Dia kelihatan berpikir.

“hm, baiklah! Aku akan menjemput noona hari minggu!” ujarnya riang.

“ne.” dia berlari ke kelasnya sambil melambaikan tangannya padaku. Aigo~ lucunya.

“noona, jangan lupa hari ini antar aku keliling sekolah sebelum pulang…!” teriaknya. Aku hanya tersenyum mengiyakan. Dia mengacungkan kedua jempolnya lalu berbalik pergi.

Bel baru saja berbunyi, aku sedang membereskan buku-bukuku ketika

“noona~” aku mendongak, jonghyun sudah menungguku dengan tasnya.

“pelajaranmu sudah selesai?” tanyaku. Dia mengangguk.

“baiklah, kaja. Akan kutunjukan seluruh sekolah ini padamu! bagian mana yang ingin kau ketahui lebih dulu?” tanyaku.

“mmh… Dimana ruang musik?” tanyanya.

“ruang musik? Baiklah, ikuti aku.” jawabku. Kami lalu berjalan berdua. sekolah belum sepi, karena biasanya setelah sekolah usai akan ada latihan dari beberapa klub.

sepanjang jalan aku sibuk menjelaskan ini itu padanya. Dia tidak banyak berkomentar, hanya mengiyakan dan mengangguk.

“nah, ini dia ruang musik kami!” ujarku. Kami masuk ke dalam. Di dalam ada sebuah piano yang biasa digunakan untuk mengiringi anak-anak paduan suara latihan.

“wah…piano..!!” ujarnya riang. Dia segera duduk dan memainkan jari-jarinya diatas tuts piano.

You are so beatifull to me…

You are so beatifull to me…

Wah, ternyata suaranya lumayan juga. Kekeke~

Dia terus saja bernyanyi, aku hanya berdiri di samping piano menikmati nyanyiannya.

“Noona, kau bisa main piano?” tanyanya.

“Hm… sedikit.”

“Iringi aku bernyanyi ya.” Pintanya.

“Hm… baiklah…” jawabku. Aku mulai berlagak meregangkan jari dan tubuhku.

Aku mulai menekan tuts-tuts piano dan memainkan lagu A Thousand Miles milik Vanessa Carlton.

“Vaneesa Carlton?”

“Kau bisa?”

“Tentu saja.” Jawabnya. Akhirnya kami bernyanyi bersama. Lagu ini merupakan lagu favoritku. Dentingan pianonya sangat enak bukan?

Making my way downtown
Walking fast
Faces passed
And I’m home bound

Staring blankly ahead
Just making my way
Making my way
Through the crowd

And I need you
And I miss you
And now I wonder….

If I could fall
Into the sky
Do you think time
Would pass me by
‘Cause you know I’d walk
A thousand miles
If I could
Just see you
Tonight

Kami bertepuk tangan dengan gembira. Ternyata kami cocok juga.

“Noona, suaramu indah juga ya? Permainan piano mu juga lumayan. Kenapa kau masih suka merendahkan diri?” tanyanya polos. Aku hanya tersenyum.

“Hah, kau mau kutunjukan apa lagi?” tanyaku. Dia mencoba berpikir sejenak.

“Kantin, aku sudah tahu. Lapangan bola juga. Ah, bisakah kau tunjukan padaku ruangan klub sepak bola? Aku ingin sekali bergabung dengan mereka!” ucapnya kemudian.

“Tentu saja, kebetulan manajer klub itu adalah sahabatku. Ayo!” aku lalu berjalan keluar lebih dulu dari ruang musik, dia mengikutiku setelah menutup pintunya.

“Noona, chakammanyo…”

“Palliwa..” dia berlari-lari kecil untuk mengimbangi langkahku.

“Kenapa sih noona terburu-buru seperti ini?” tanyanya heran.

“Klub sepak bola hari ini sedang ada latihan. Kau bisa melihat mereka sekalian.” Jawabku.

“Ah, arraesso.” Dia lalu mempercepat langkahnya agar bisa mengimbangi langkahku. Tak lama kemudian kamipun sampai di lapangan. Benar saja, anak-anak klub sepak bola memang sedang berlatih. Aku melihat Hee Gi sedang berdiri di pinggir lapangan, mencatat semua perkembangan dari latihan hari ini.

“Hee gi ya…” panggilku. Si empunya nama langsung menoleh dan melambaikan tangannya. Setengah berlari aku menghampirinya diikuti oleh Jonghyun di belakangku. Dia seperti anak bebek yang sedang mengikuti induknya! Hihihi…

“Hee Gi ya, aku membawakanmu anggota baru!” ujarku bersemangat.

“Nugu?” tanyanya. Aku lalu menarik lengan Jonghyun agar Hee Gi bisa melihatnya.

“Dia murid baru disekolah ini. Jonghyun, anak kelas 1.”

“Annyeong haesseyo, Jonghyun imnida.”

“Choi Hee Gi imnida. Kau ingin masuk tim?” tanya Hee Gi.

“Ne. Aku sangat suka sepak bola.” Jawab Jonghyun dengan mata berbinar.

“Ehm, tunggulah sebentar.” Ucap Hee Gi. Dia lalu menghampiri Minho, sang kapten. Mereka bercakap-cakap sebentar. Sesekali aku melihat Minho melirik pada kami. Tak lama kemudian dia lalu menghampiri kami.

“Annyeong.” Sapanya dingin. Cih, kapan ya Choi Minho tidak berlagak seperti ini? Tapi ku akui jika memang dia punya aura kepemimpinan yang besar.

“Ah, annyeong haesseyo, Jonghyun imnida.” Jawab Jonghyun.

“Ehm, Minho Imnida. Jadi kau ingin bergabung dengan tim kami?” tanya Minho langsung.

“Ne, Sonbaenim.”

“Baik, besok kau boleh langsung ikut latihan. Tapi jangan berharap terlalu banyak. Latihan disini sangat berat. Dan jangan bermanja-manja pada noona mu ini.” Ucapnya seraya melirik ku dan tertatawa mengejek. Dia lalu kembali latihan bersama timnya.

“Kok kau bisa tahan sekali dengannya sih Hee Gi?” tanyaku sebal.

“Yah, aku kan sudah memilih untuk menjadi manajer klub, mau tidak mau aku memang harus bertahan.” Jawabnya diplomatis. Aku hanya mendengus sebal.

“Baiklah Jonghyun, besok jangan terlambat ya. Karena kapten kita sangat tidak suka anggota yang tidak disiplin.”

“Ne, araesso sonbaenim!” jawab Jonghyun. Aku hanya tertawa kecil melihat tingkahnya.

“Baiklah, kalau begitu kami pulang dulu ya.” Pamitku.

“Kalian pulang bersama?” tanya Hee Gi keheranan.

“Ne, rumah kami tidak jauh. Hee Gi ya, annyeong…” aku lalu menarik lengan Jonghyun lagi dan segera pulang. Aku sangat yakin, dibelakang sana banyak mata yang menatap kami.

-tbc-

Advertisements
 
5 Comments

Posted by on October 28, 2010 in fanfiction

 

Tags: , ,

5 responses to “Just My Little Brother?? part. 1

  1. nitAnchovy

    January 16, 2011 at 1:46 am

    gaaaaaa,,,,, si cewe ga boleh berkhianat dari my kunyuk,, walopun dia sibuk tp jangan ampe selingkuh ama anak ayam,, hehe,, arasooo,,

     
  2. Chaca

    January 22, 2011 at 9:13 am

    annyeong reader bru d sini …ffx keren” smua ska bcax !!! 🙂

     
    • blackandwhite2204

      January 22, 2011 at 11:12 am

      Alhamdulillah kalo suka…
      makasih ya udah kasih comment^^

       
  3. ecisarangHYUK

    January 23, 2011 at 10:04 pm

    huah unyuk….
    Author..c aq reader bru ni. Pembaca setia ff ttg eunhyuk.jd bkin ff yg bnyak ttg eunhyuk dan pasti aq bca.hehe
    author fighting.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: