RSS

Monthly Archives: December 2010

Just My Little Brother? part. 2

Eunhyuk oppa masih saja tidak peduli padaku. Sudah 3 bulan ini dia tidak pernah menjemput atau bahkan hanya menghubungiku. Hah… yang benar saja! Masa setiap hari aku terus yang harus menghubunginya lebih dulu? Aish~ padahal aku benar-benar rindu padanya! Kenapa dia tidak pernah mengerti?

Aku membuang muka ku ke jendela. Berharap melihat pemandangan diluar bisa sedikit meredakan kegundahan hatiku. Dari kelasku, aku bisa melihat lapangan. Wah, ternyata anak-anak kelas 1 sedang bermain bola. Aku menangkap sosok Jonghyun disana. Semester ini sudah hampir habis. Sudah 3 bulan sejak dia pindah kemari, dan hampir setiap hari kami pulang bersamaTanpa sadar kedua sudut bibirku tertarik ke atas saat melihatnya.

“Ya! Apa yang kau lihat?” teriakan Hee Gi mengagetkanku.

“Ani…”

“Hm, dia boleh juga. Kau tahu? Dia sangat populer di kalangan anak kelas 1. Bahkan setiap hari ada saja gadis-gadis yang memberinya semangat saat dia latihan. Tapi mereka tidak berani mendekat karena selalu ada kau di dekatnya. Apa gossip yang bilang kalau kau berpacaran dengannya itu benar?” tanyanya.

“Aku tidak pacaran dengan Jonghyun…”

“Memangnya siapa yang membicarakan Jonghyun?” tanyanya penuh selidik. Reflek aku membekap mulutku.

“Shin ra ra, ada yang kau sembunyikan dariku?” tanyanya langsung dengan tatapan penuh curiga. Aku menggeleng, tapi dia terus menatapku tajam.

“Dia Cuma kuanggap adikku. Itu saja…” jawabku.

“Hati-hati dengan ucapanmu.” Ujarnya sebelum pergi meninggalkanku lagi.

Aku memfokuskan diriku kembali pada pemandangan di luar jendela. Sepertinya Jonghyun berhasil memasukan satu gol. Lagi-lagi seulas senyuman tersuging di bibirku.

*

Hari ini aku sudah berjanji akan menemani Jonghyun jalan-jalan. Aku memakai jins kesayanganku, hoodie baruku, juga tas selempang kecil untuk menaruh dompet dan ponselku.

“Mau kemana?” Tanya omma saat aku turun untuk sarapan.

“Aku akan menemani Jonghyun jalan-jalan omma.” Jawabku.

“Jonghyun? Akhir-akhir ini kau sering sekali pergi dengannya. Apa kau sudah putus dengan Eunhyuk?”

“Aniyo.” Sahutku.

“Lalu kenapa kau sering pergi dengannya? Omma tidak pernah mengajarimu untuk tidak setia.”

“Aku tidak selingkuh, aku hanya menganggapnya seperti Kibumie. Itu saja.”

“Aigo~ omma tidak pernah melihat kau dan Kibumie akrab seperti kau dan Jonghyun.”

“Karena Kibum menyebalkan! Jika Omma bicara terus, aku tidak bisa konsentrasi pada sarapanku.”

“Aish~ kau ini.” Omma lalu pergi meninggalkanku di meja makan. Appa dan Kibuma tidak terlihat, apa mereka masih tidur?

Aku menghabiskan sarapanku dengan tenang, Jonghyun bilang dia akan menjemputku nanti.

Aku baru menghabiskan setengah porsi sarapanku ketika omma memanggilku dari depan. Aku segera menghampirinya. Ternyata Jonghyun sudah menjemputku. Dia mengenakan celana jins, t-shirt hitam dan jaket berwarna coklat yang dia tarik lengannya setengah. Headphone tergantung di lehernya. He looks really cute!

Ow! Apa yang kuucapkan barusan? Lupakan saja.

“Noona sudah siap?” tanyanya. Aku mengangguk. Kami pergi setelah pamit pada omma.

“Baiklah, kita mau kemana sekarang?” tanyaku.

“Temani aku ke taman bermain ya Noona?” pintanya.

“Tentu saja Jonghyunie, aku akan menemanimu. Jika tidak, aku tidak akan ada disini.” Ucapku sambil mengacak-acak rambutnya.

“Baiklah, kaja!” dia lalu berlari sambil menarik lenganku menuju halte. Jonghyun baru berhenti berlari ketika kami sampai di halte. Dia tidak pernah melepaskan genggaman tangannya. Bahkan sampai bis tiba, kami naik dan duduk sambil terus berpegangan tangan. Jonghyun menggenggam tanganku erat seakan tidak mau melepaskan tanganku. Dan entah mengapa akupun tidak berniat melepasnya.

“Ayo Noona.” Ujarnya. Aku memperhatikan sekelilingku.

“Eh? Tapi kan masih jauh untuk sampai ke taman bermain?” tanyaku. Jonghun tersenyum.

“Aku berubah pikiran, aku ingin bermain ice skating saja. Ayo.” Dia menarik tanganku lagi.

“Kau bisa kan noona?” tanyanya menggodaku.

“Tentu saja. Atau mungkin malah kau yang tidak bisa?”

“Kita lihat saja nanti!” kami segera memakai sepatu skate kami dan meluncur. Haah… senangnya. Saat aku meluncur diatas es, aku merasa sangat bebas. Setiap kali aku bertengkar dengan eunhyuk oppa, aku akan pergi kesini dan bermain sampai puas. Setelah itu aku pasti akan merasa lebih baik.

“Noona, tunggu aku…” ucap Jonghyun dari belakang. Dia terlihat kepayahan menggerakan kakinya.

“Uri Jonghyuni ternyata tidak bisa bermain skate ya?” godaku. Dia mengerucutkan bibirnya sebal.

Aku mengulurkan tanganku untuk membantunya, dia menyambut uluran ku dengan sebuah senyuman. Kami meluncur bersama, aku menuntunnya melewati arena. Sampai akhirnya dia mulai terbiasa aku bisa melepasnya.

“Bukankah kau yang mengajak ku kemari? Aku pikir kau sudah mahir?” godaku. Dia hanya tertawa dan mengejarku. Aigo~ dia cepat sekali belajar.

“Noona awas kau!” teriaknya. Aku berusaha menghindar dari kejarannya. Aku berbelok ke kiri dan ke kanan. Dan ternyata Jonghyun memang tidak bisa menangkapku. Aku terlalu mahir!

“Jonghyunie…” teriakku sambil berbalik ke arahnya. Sepatu luncur ku masih meluncur dengan cepat diatas es, tanpa ku ketahui apa yang ada di belakangku.

“Noona, awas!!” tiba-tiba sesuatu menubrukku dengan agak keras dari belakang. Otomatis aku kehilangan keseimbanganku. Ah, jatuh dengan keadaan seperti ini pasti sangat sakit.

Aku memjamkan mataku, berharap dengan begitu aku tidak akan terlalu kesakitan. Eh, tapi benar-benar tidak sakit.

“Noona…” aku membuka kedua mataku perlahan. Ternyata aku malah menindih Jonghyun. Jadi tadi dia merelakan tubuhnya untuk alas jatuhku?

“Ah, Jonghyun-ah, gwenchana?” tanyaku. Aku segera bangkit. Tidak enak dilihat oleh orang-orang dengan posisi seperti ini.

“Ne… Noona bagaimana? Tidak apa-apa?”

“Tidak, untung ada kau. Benar tidak ada yang sakit?” tanyaku lagi. Dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya, tapi aku melihat ekspresi kesakitan di matanya. Dan tanpa sengaja, aku melihat dia terus memegang tangan kirinya.

“Ini sakit?” tanyaku seraya mengelus tangan kirinya. Dengan segera dia menghindar yang semakin menguatkan dugaanku bahwa dia memang kesakitan.

“Hm… ayo kita ke klinik sekarang.”

“Noona, aku tidak apa-apa, sungguh.”

“Ke klinik sekarang atau aku akan marah padamu?” Jonghyun cemberut lalu bergerak menurutiku.

“Hah, syukurlah tanganmu tidak cedera serius.”

“Kan tadi sudah kubilang, aku tidak apa-apa.” Jawabnya. Aku tersenyum.

“Baiklah, karena kau sudah menolongku tadi, aku akan mentraktirmu sekarang! Kau ingin makan apa?”

“Bulgogi!”

“Mwo?!”

“Ayolah Noona… ya? Ya?” pintanya. Aku tidak bisa meolak.

“Baiklah, ayo kita pergi!” ucapku bersemangat. Aku lalu menggandeng lengannya. Sangat nyaman berada disisinya seperti ini.

Baru saja kami melangkah…

“Rara?”

“Oppa…” aku merasa tubuhku tidak bertulang…

-tbc-

 
2 Comments

Posted by on December 10, 2010 in fanfiction

 

Tags: , ,