RSS

Senyum Malaikatku

13 Jan

Entah sejak kapan dia mulai berubah. Dihadapanku dia selalu bersikap biasa saja. Seolah segalanya berjalan dengan sempurna.

Dimulai ketika aku membelikannya sebuah mobil.

“chagi, lihatlah apa yang kubelikan untukmu..” panggilku. Aku meminta malaikatku itu untuk keluar dari istana kami dan melihat kejutan apa yang telah kupersiapkan untuknya.

Dia keluar dengan perlahan. Aku terlalu gembira sampai aku tidak menyadari ada setitik air disudut matanya.

“oppa, apa ini?” tanyanya. Dia masih berusaha untuk menyenangkanku dengan berpura-pura terkejut.

“ini untukmu. Aku tidak enak jika harus membiarkanmu kesana kemari menggunakan bis. Apa kata orang jika mereka tahu aku membiarkan istri tercintaku kedinginan dan kepanasan?” godaku. Malaikatku tersenyum.

“tapi ini terlalu mahal oppa.” sahutnya. Istriku ini memang seorang ibu rumah tangga yang baik. Dia sangat cermat untuk membelanjakan uang kami.

“tidak apa-apa. Karena ini untuk istriku tercinta.” jawabku. Aku lalu merangkulnya seraya memandangi vw beattle yang baru saja kuberikan. Dia lalu memeluk ku.

“gomawo oppa…”

aku tersenyum puas karena telah bisa membuat istriku bahagia.

*

Aku baru saja selesai syuting dan beranjak pulang. Di tengah jalan aku melihat sepasang kekasih yang terlihat sangat bahagia. Si gadis memegang sebuket mawar dan kotak coklat. Saat itu aku berpikir mungkin aku bisa melihat senyuman malaikatku malam ini. Jadi kuputuskan untuk membeli sebuket besar mawar putih dan sekotak coklat kesukaannya.

Sepanjang perjalanan aku tersenyum melihat mawar dan coklat itu berada dalam mobilku. Aku membayangkan betapa girangnya malaikatku ini saat mendapatkan hadiah kesukaannya.

Aku mengetuk pintu depan dan menutupi wajahku dengan buket bunga itu. Tak lama kemudian aku mendengar pintu itu dibuka.

“maaf, anda mencari siapa?” tanya malaikatku.

“apa nyonya lee ada?” tanyaku dengan suara yang dibuat2.

“ya, saya sendiri.” jawabnya dengan suara bergetar. Sepertinya dia ketakutan.

“ada kiriman untuk anda nyonya.” ucapku lagi masih dengan suara dibuat2.

“oppa!” teriaknya saat dia mengambil bunga dari tanganku.

“aku pikir siapa tadi.” ucapnya, kelihatan sekali dia sangat lega.

“hahaha, aku juga punya ini untukmu!” ucapku sambil memberikan coklat yang kusembunyikan dibelakang punggungku tadi.

“ah… Gomawo…” ucapnya, dia lalu mengecup pipiku sekilas.

“ayo oppa, aku sudah memasak untukmu.” ucapnya. Dia lalu menaruh kedua hadiahku di meja bordes dan menarikku menuju ruang makan.

Aku tidak terlalu mengindahkannya saat itu. Aku sudah puas dengan senyumannya.

meja makan sudah dia tata sedemikian rupa sehingga terlihat sangat menarik di mataku. Makanan sudah terhidang diatas meja. Sepertinya hari ini malaikatku sudah bekerja sangat keras.

“ayo oppa, cobalah…” ucapnya. aku lalu mengambil sumpit dan mulai melahap masakannya.

Masakannya sangat enak tapi dia tahu aku tidak suka. Kenapa dia memasak ini untukku?

“chagi…”

“kenapa oppa? Apa masakanku tidak enak?” tanyanya.

“apa kau lupa aku tidak suka seafood?” ucapku. Dia terlihat terkejut saat itu.

“mi…mianhae oppa…” ucapnya lalu setitik demi setitik air jatuh dari pelupuk matanya.

“gwe, gwenchana… ini sangat enak! Aku akan menghabiskannya!” ucapku. Aku lalu memenuhi mulutku dengan semua makanan itu. Dia lalu menghapus air matanya dan tersenyum.

Tidak apa2, asalkan malaikatku bisa tersenyum kembali.

*

setiap malam kami selalu tidur saling berpelukan. Tapi ditengah malam, aku selalu mendapatinya sedang menangis di balkon kamar kami sambil menatap langit malam. Aku tidak pernah mengganggunya. Aku hanya menunggu. Menunggunya untuk bercerita.

Tapi dia tidak pernah bercerita. Sampai akhirnya aku tidak bisa menunggu lagi. Saat kami sarapan aku bertanya padanya.

“chagi, apa kau ada masalah?” tanyaku. Aku melihat dia hampir saja menjatuhkan gelasnya saat itu, tapi dengan cepat dia menguasai dirinya kembali.

“masalah? Tidak ada oppa. Wae?”

“benarkah?” tanyaku penuh selidik. Dia lalu tersenyum dan mengangguk. dia memang tahu kelemahanku. Aku paling tidak tahan jika sudah melihat senyumannya.

“baiklah… Karena hari ini jadwalku kosong, bagaimana jika kita jalan2?” usulku untuk mengalihkan perhatiannya.

“sudah lama kan kita tidak jalan2 berdua?” lanjutku lagi. Dia tersenyum dan mengangguk.

Lalu, disinilah kami. Bergandengan tangan di sepanjang myeongdong. Sekali2 aku ingin berjalan dengannya sebagai orang biasa. Aku pikir kami bergembira sampai aku melihat matanya yang kosong dari bayangan di etalase toko.

setelah makan siang, tanpa dia ketahui aku membawanya menuju namsan tower. Aku ingin mengaitkan gembok kami berdua. orang bilang jika kita mengaitkan gembok yang bertuliskan nama kita dan nama pasangan, maka cinta kami berdua akan abadi. Aku ingin membuktikannya.

“oppa, apa kita akan keatas sana?” tanya malaikatku saat kami telah tiba.

“ne chagiya… Aku ingin mengaitkan gembok atas nama kita berdua.” jawabku. Dia terlihat menggigil. Aku lalu membuka jaketku dan memakaikan padanya.

“oppa, aku lelah. Apa kita bisa pulang saja?” pintanya. Sebenarnya aku ingin menolak, tapi melihat wajahnya yang begitu pucat akhirnya aku menurut.

Aku tidak pernah tahu apa yang terjadi padanya. Dia memang selalu tersenyum padaku, tapi sinar matanya bukan untukku. Dia memang selalu tidur dipelukanku, tapi hatinya bukanlah untukku. Dia memang selalu menggenggam tanganku, tapi kehangatannya bukanlah untukku.

*

Sekarang aku berdiri di hadapan 2 buah nisan yang terlihat sangat serasi. Matahari mulai turun, membuat semburat jingga di langit kota. Tapi aku belum juga mau beranjak dari sana. Aku masih rindu malaikatku.

Beberapa hari yang lalu akhirnya aku tahu apa yang terjadi padanya. Ketika aku membelikan mobil untuknya, saat itulah dia kehilangan belahan jiwanya. Dia selalu senang menggunakan bis karena dia merasa seolah2 belahan jiwanya sedang disana juga bersamanya.

Dia begitu terkejut saat menerima mawar dan coklat dariku karena begitulah cara belahan jiwanya memberinya kejutan. Dia memasakan ku seafood yang tidak kusuka, karena itu adalah makanan kesukaan belahan jiwanya.

Dia begitu kosong saat kubawa berjalan2 di myeongdong, karena kesanalah mereka berdua sering menghabiskan sore bersama. Dan dia tidak mau kuajak mengaitkan gembok atas nama kami karena gembok atas namanya sudah terkait erat dengan gembok milik belahan jiwanya diatas sana.

Aku begitu bodoh karena tidak menyadarinya lebih cepat. Aku begitu terbuai dengan kesempurnaan dirinya. Sampai aku melupakan jika dia hanyalah seorang gadis biasa yang mempunyai masa lalu dan pernah terluka.

Hari ini, malaikatku pergi menyusul belahan jiwanya. Untuk pertama dan terakhir kalinya dia meminta sesuatu padaku. Dia ingin memenuhi janjinya, selalu berada disamping belahan jiwanya sampai ujung waktu.

Aku akan merindukan senyuman malaikatku. Tapi aku tahu, saat ini malaikatku sedang tersenyum pada dunia

***

Advertisements
 
9 Comments

Posted by on January 13, 2011 in Uncategorized

 

9 responses to “Senyum Malaikatku

  1. nitAnchovy

    January 13, 2011 at 2:36 pm

    waaahhh,,,, bahasanya bagus ^^,, enak nih bacanya,, ^^
    tapi kasian amat si lee,, dan terlalu baik,, seandainya ada cowo kayak gitu di dunia nyata,,

     
  2. park rae bin

    January 13, 2011 at 5:25 pm

    ooh chingu ,,, nice story.. even read this fast… u know what i mean..
    so.. u dying too? hoho 🙂 ganbatte for making other story..
    after read this.. i want eat banana @-@ do you want some?

     
    • blackandwhite2204

      January 14, 2011 at 5:46 am

      no thanks…=.=”
      fyi, I’m not die… If I die, I can’t make another story.
      Ciiiz…
      but, thanks for your comment^^

       
  3. kawaiimei

    January 14, 2011 at 3:08 pm

    waaaa chingu, keren banget cerita nyaa, gaa nyangka banget jalan cerita nya .
    sedih deh tapi so sweet 🙂

     
    • blackandwhite2204

      January 15, 2011 at 12:26 am

      terima kasih..
      dapet ide pas lagi di bis menuju bandung.
      akhirnya nulis sambil dengerin lagu2nya suju.
      yah, begitulah hasilnya^^

       
      • kawaiimei

        January 21, 2011 at 3:32 pm

        wah bagus”.. ohh iya di tunggu lanjutan my little brother nya yah chingu .
        aku suka banget sama cerita itu ..

         
  4. dhean

    February 15, 2011 at 12:10 pm

    keren banget….pake nget…
    spechlees deh…..~.~……
    btw cowoknya disini leeteuk ya chingu???

     
    • blackandwhite2204

      February 19, 2011 at 9:09 am

      ?
      Tergantung imajinasi pembaca aja maunya siapa.
      *Sebenernya mikirin Donghae waktu bikin ini, tapi Hae ga mungkin ga suka seafood ~.~”*

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: