RSS

Tag Archives: Hae

Perak & Laut

Nuri meletakan pensilnya. Dia tidak bisa berkonsentrasi. Pikirannya terus tertuju pada 2 pria itu. Tidak bisakah mereka beristirahat dari pikirannya untuk sekejap saja? Saat ini nuri benar-benar butuh konsentrasi. Deadline untuk perlombaan desain yang dia ikuti hanya tinggal menghitung hari. Dan sampai hari ini dia belum menyelesaikan 1 desainpun! Padahal perlombaan ini adalah hidup matinya sebagai seorang desainer perhiasan.

Nuri mengacak acak rambutnya. Dia menelungkupkan wajahnya diatas meja.

“ini untukmu! Agar kau selalu mengingatku saat melihat gelang perak ini! Jika kau mengingatku, pasti hatimu akan menjadi tenang dan inspirasi akan datang dari mana saja!” sebuah suara dari dalam pikirannya membuatnya terbangun. Dia menatap gelang perak yang sudah berada di pergelangan tangan kirinya sejak 2 bulan yang lalu itu.

Suara pria itu terus bergema di kepalanya. Pria yang bersinar seperti perak. Tidak seperti emas yang mahal, perak lebih mudah dijangkau. Muda, itulah trademark perak. Dia sangat atraktif dan menyenangkan. Berada bersamanya akan membuatmu merasa beberapa tahun lebih muda. Tapi disaat bersamaan dia akan menghiburmu, seberapa lelahpun dia. Senyumnya yang ceria akan membuatmu merasa gembira.

“saat kau gundah, lihat saja foto ini. Kau pasti akan merasa lebih tenang.” ada suara lain yang bergaung di kepalanya. Kali ini nuri mengalihkan pandangannya menuju sebuah foto yang terpajang di meja kerjanya. Foto laut. Kampung halaman dari pria itu. Pria yang tenang seperti lautan. Yang menyimpan banyak kekayaan di dalamnya. Sinar matanya sangat hangat, seperti mentari. Senyum yang begitu tenang, bahkan bisa menghanyutkanmu. Suaranya yang merdu, seperti deburan ombak di pantai.

Dan kemarin keduanya meminta nuri untuk menjadi tempat mereka bersandar. Perak yang bersinar, dan laut yang tenang. Manakah yang harus dia pilih? Mengapa dia harus memilih?

“apakah perak dan laut tidak bisa bersatu?” nuri membatin. Dia kembali menelungkupkan wajahnya diatas meja kerjanya. Tiba-tiba nuri terbangun. Dia mengambil pensil dan buku sketsanya. semalam suntuk dia sibuk mengguratkan goresan-goresan diatas kertas. Begitu matahari terbit, selesai jugalah sketsa tersebut.

“yah, mereka bisa bersatu jika aku yang membuatnya.” ucap nuri. Dia lalu memasukan hasil rancangannya ke dalam amplop coklat dan mengirimkannya.

Cincin perak dengan permata biru dan grafir ombak di sekelilingnya menjadi asesoris yang paling digandrungi anak muda saat ini. Yah, sketsa yang nuri buat malam itu berhasil mengambil perhatian para juri.

Dan hari ini, Nuri tersenyum pada kedua pria yang ada di hadapannya. Dia lalu menyerahkan sebuah kotak kepada mereka. Mereka membukanya bersama. Sebuah gelang rantai perak. Ada sebuah garis biru di setiap mata rantainya. Nuri membuatnya khusus untuk mereka berdua.

Mereka tersenyum saat tahu nuri sudah lebih dulu mengenakannya. dan merekapun segera memakainya.

Tidak ada yang lebih istimewa, semuanya istimewa di mata nuri. Nuri tidak bisa bernafas tanpa melihat senyuman perak yang begitu menyilaukan. Dia juga tidak bisa tidur nyenyak jika tidak melihat sinar mata laut yang begitu menenangkan. Untuk saat ini, biarkanlah ia memiliki keduanya. Sampai suatu hari nanti, ketika dia bisa mendesain cintanya sendiri.

 

TAMAT

 

 
7 Comments

Posted by on February 5, 2011 in Uncategorized

 

Tags: ,